Pelatihan Gunung Hutan, Mitigasi Haha-Hehe dan Manajemen Gelud
Pelatihan Dalam Ruang susulan Divisi Gunung Hutan angkatan Lentera Alam berlangsung di teras Sekretariat Mapalangit Biru, Babakan, Ciwaringin, Cirebon pada Jumat (10/01/25)
Mang Hendel, Mbak Pita, Mang Nesting, Teteh Bidai, Mang Umbut, Mang Pletot, Mang Cengir, Mbak Skala, Mbak Arbei, Mang Pinus dan beberapa anggota Mapalangit Biru lainnya pada kesempatan kali ini mengorbitkan kembali pengetahuan, wawasan dan keterampilan terkait dunia gunung dan hutan yang relevan. Salah satunya adalah dengan menekankan pentingnya manajemen perjalanan, manajemen packing dan manajemen logistik dalam berkegiatan di alam bebas. Kesemuanya didasarkan pada kesadaran akan potensi bahaya yang sangat mungkin terjadi di alam bebas.
Karenanya pelatihan dalam ruang juga bisa dikatakan sebagai ajang edukasional mitigasi bahaya. Dalam berkegiatan alam bebas, terutama dalam hal ini kegiatan eksploratif hutan dan gunung, memahami setiap kemungkinan bahaya yang bisa terjadi menemukan nilai relevansinya. Bahaya itu bisa muncul dari luar, yakni alam dengan segala potensinya melalui satwa berbahaya, tumbuhan beracun dan bahkan bahaya geologis semisal longsor dan letusan vulkanik gunung berapi.
Atau bahkan bahaya juga bisa muncul dari dalam diri manusia itu sendiri. Dalam arti adalah cedera yang dimungkinkan, baik yang bersifat teknis seperti terkilir, psikologis seperti efek yang biasa muncul pada pengidap hipotermia akut, maupun ekses yang tidak terduga ataupun human error, seperti salah membawa peralatan yang diperlukan hingga berujung galat dan bahkan berakibat fatal.
Semua kemungkinan bahaya itu bisa dan mampu diminimalisir dengan manajemen perjalanan, logistik dan packing. Dengan meningkatkan level kesadaran kita akan bahaya tersebut. Dengan mitigasi resiko. Dengan pelatihan dalam ruang gunung dan hutan.
Alam mengandung bahaya. Dan, manusia mengundangnya. Jadi mari bersiap. Saat kita tidak bersiap, kita mungkin hanya bisa haha-hehe saat kemungkinan bahaya itu muncul beneran, sebab kita melupakan potensinya. Saat persiapan mental kita juga bolong, bisa-bisa kita malah gelud dengan sesama teman ketika justeru kerja sama tim (team-work) menjadi hal yang paling dibutuhkan.
Mitigasi Haha-Hehe harus dilakukan. Begitu juga 'manajemen gelud' yang kita harus sama persiapkan.
Komentar
Posting Komentar