Mapalangit, Mahakupala dan Mapala Se-Ciayumajakuning Mengadakan Ngaji Konservasi Di Gunung Tilu Kuningan
Mapalangit Gelar Ngaji Konservasi di Gunung Tilu, Mapala Se-Ciayumajakuning Kompak Hadir.
_____
Kanal Subaltern, Kuningan, Senin (30/6/2025).
Organisasi pecinta alam Mapalangit Cirebon menggelar kegiatan bertajuk “Ngaji Konservasi Dasar dan Pengamatan Satwa” di kawasan Gunung Tilu, Kuningan, pada Sabtu-Minggu, 28–29 Juni 2025.
Kegiatan ini menggabungkan pendekatan edukatif dan spiritual, dengan materi konservasi yang dikemas dalam suasana ngaji alam. Bertindak sebagai pemateri adalah Mahakupala—Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Kehutanan Universitas Kuninga.
“Ngaji Konservasi ini bukan hanya soal teori, tapi tentang menyadari peran kita sebagai penjaga bumi,” ujar salah satu pemateri dari Mahakupala di sela kegiatan.
Dalam agenda tersebut, para peserta belajar tentang dasar-dasar konservasi, teknik pengamatan satwa, serta pentingnya menjaga kelestarian ekosistem hutan.
Tak hanya diskusi, peserta juga diajak terjun langsung melakukan pengamatan satwa liar menggunakan teropong dan kamera di kawasan Gunung Tilu yang dikenal sebagai habitat burung dan satwa khas pegunungan.
Kegiatan ini lebih emosional lagi sebab diikuti oleh 10 organisasi Mapala dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Mapala tersebut adalah Mapala Wirabuana Universitas Wiralodra Indramayu, Mapala Krakapala Institut Tekhnologi Petroleum Balongan Indramayu, Mapala Dharmapala, Institut Pangeran Dharma Kusuma Indramayu, Mapala Gematika STMIK IKMI Cirebon, Mahapeka UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mapalangit Biru STID Al Birun Cirebon (penyelenggara), Mahakupala Fakultas Kehutanan Universiras Kuningan, Mapala Sagarmatha Universitas Muhammadiyah Kuningan, Mayaspala Universitas Endang Kasih Majalengka, dan Mapala Kompa Politeknik Indramayu.
Kegiatan ditutup dengan aksi simbolik berupa penanaman pohon, sebagai doa dan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan.
“Kita berharap semangat ini menular ke lebih banyak komunitas. Bahwa mencintai alam adalah bagian dari ibadah,” ujar salah satu panitia Mapalangit.
Gunung Tilu yang berada di perbatasan Kuningan kini menjadi saksi semangat kolaborasi pecinta alam lintas daerah. Kegiatan ini pun menjadi momentum untuk mempererat jejaring antar Mapala sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa.
Komentar
Posting Komentar